SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Soal Rohingya, Indonesia Diharapkan Berperan Signifikan, Kontinu, Tak Hanya Reaktif

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 05 September 2017 19:55

Hidayatullah.com – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi), melalui Bidang Hak Asasi Manusia (HAM), menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah Indonesia dalam melakukan langkah positif mengatasi tragedi kemanusian atas etnis Rohingya di Myanmar.

Langkah tersebut adalah penugasan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi untuk membangun dialog dalam mencari penyelesaian dengan pemerintah Myanmar dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan kekerasan.

Namun, hal tersebut dinilai Peradi belum memberikan dampak lebih terhadap konflik tersebut.

Aliansi-Kemanusiaan-Indonesia-untuk-Myanmar-AKIM-peluncuran-Humanitarian-Assistance-for-Sustainable-Community-HASCO-untuk-Myanmar.-34iw6kkkqflj03qkew9iww

“Bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh hanya bersifat reaktif,” kata Ketua Bidang HAM Peradi, Haris Azhar, saat konferensi pers di Kantor Peradi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (05/09/2017).

Indonesia, sambungnya, tidak cukup dengan memberikan pernyataan dan mengirim Menlu ke Myanmar.

“Jadi kalau sekadar respons dan reaksi tidak akan memperbaiki situasi di Rakhine,” imbuhnya.

 

Hal itu, kata Azhar, hanya akan membuat situasi mereda tapi tidak menciptakan “bangunan” yang lebih baik.

“Karena perlu kita sadari, Indonesia sangat diharapkan untuk berperan signifikan dan kontinu terhadap perbaikan di Burma (Myanmar. Red),” pungkasnya.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom

Editor:

   

Wanita-Wanita Ahlul Bait di Madinah

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 29 August 2017 06:43

ABDULLAH saat handak melaksanakan haji, memperoleh pesan dari pamannya, Muslim bin Sa’d, dimana sang paman menitipkan 10 ribu dirham, untuk diberikan kepada orang yang termiskin di kota itu dari kalangan ahlul bait. Sesampai di Madinah, Abdullah pun mencari informasi mengani ahlul bait termiskin di kota itu, dan ia pun memperoleh informasi mengenai sebuah rumah. Abdullah pun mengetuk pintu, dan terdengar suara,”Siapa engkau?” Abdullah pun menjawab,”Aku adalah lelaki di dari penduduk Baghdad, aku dititipi harta untuk diberikan kepada ahlul bait termiskin di kota ini, dan aku memperoleh informasi bahwa yang termiskian adalah Anda, maka ambbillah harta ini.” Perempuan itu pun menjawab,”Wahai Abdullah, temanmu itu mensyaratkan orang yang termiskin, berilahlah ke tetangga sebelah, ia lebih berhak.” Akhirnya Abdullah mengetuk pintuk sebalah rumah perempuan itu, namun tatkalah ia menyampaikan maksudnya, ia mendapatkan jawaban,”Wahai Abdulllah, kemiskinan kami dengan tetangga sama, bagilah harta itu untuk kami berdua.” (Shifat Ash Shafwah, 2/206) Rep: Sholah Salim Editor: Thoriq
   

Enam Fadhilah dan Keutamaan Berqurban

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 22 August 2017 08:10

SUNGGUH selalu ada hikmah di setiap perintah yang Allah Subhanahu Wata’ala serukan kepada kita umatnya, meskipun jika dipandang berat menjalaninya. Begitulah perintah berqurban yang didasari kepada kisah sepasang ayah dan anak nan sholeh, nabiyullah Ibrahim dan putranya Ismail alaihi sallam.

kurban-domba1-2zvcixf24787r8ynbrvtvk

Pada hakekatnya berqurban adalah wajib bagi yang mampu. Ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

أخبرنا الحسن بن يعقوب بن يوسف العدل ، ثنا يحيى بن أبي طالب ، ثنا زيد بن الحباب ، عن عبد الله بن عياش القتباني ، عن الأعرج ، عن أبي هريرة رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من وجد سعة لأن يضحي فلم يضح ، فلا يحضر مصلانا »

“Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied).” [HR Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim]

1. Qurban Pintu Mendekatkan Diri Kepada Allah

Sungguh ibadah qurban adalah salah satu pintu terbaik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana halnya ibadah shalat. Ia juga menjadi media taqwa seorang hamba. Sebagaimana firman Allah surat Al-Maidah ayat 27, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa”.

Berqurban juga menjadi bukti ketaqwaan seorang hamba.

Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)

2. Sebagai sikap Kepatuhan dan Ketaaan pada Allah

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” [QS: Al Hajj : 34]

3.Sebagai Saksi Amal di Hadapan dari Allah

Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT, dalam sebuah hadits disebutkan, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو الْمُثَنَّى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” [HR. ibnumajah No.3117].

4. Membedakan dengan Orang Kafir

Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan oleh umat Islam setiap hari raya adha tiba, tetapi juga oleh umat lainnya. Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang Jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [QS: al-An’am : 162-163]

5. Ajaran Nabiullah Ibrahim AS

Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim – ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

“Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” [HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127]

6. Berdimensi Sosial Ekonomi

Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun.

Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.

Hadits dari Ali bin Abu Thalib,

وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: { أَمَرَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلالَهَا عَلَى الْمَسَاكِينِ, وَلا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

”Rasulullah memerintahkan kepadaku untuk mengurusi hewan kurbannya, membagi-bagikan dagingnya, kulit dan pakaiannya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya.” Wallahu ‘alam bisshawab. */Yahya G. Nasrullah

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

   

Sambut Kemerdekaan, MUI DIY Serukan Umat Shalat Subuh Berjamaah di Masjid

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Wednesday, 16 August 2017 09:22

Hidayatullah.com– Sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan, dan mendirikan serta membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menunjukkan bahwa peran umat Islam sangat besar.

Namun, akhir-akhir ini dirasakan adanya suara-suara dan pendapat terhadap umat Islam adanya penyikapan yang kurang proporsional terkait atas Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Jamaah-Aksi-Damai-411-shalat-shubuh-berjamaah-di-jalan-halaman-Masjid-Istiqlal-Jakarta-by-syakur_DSC_2428-32mibyt1u6vhus6bn9baps

Oleh karena itu, untuk membina ukhuwah Islamiyah, mempertebal kesyukuran, dan mempermantap pembelaan terhadap pilar-pilar bangsa itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyampaikan sejumlah seruannya.

Di antaranya, seruan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 tersebut dengan menyemarakkan masjid-masjid.

“Pertama, melakukan gerakan shalat subuh berjamaah di masjid pada hari Kamis, 17 Agustus 2017,” kata Ketua Umum MUI DIY, Drs M Thoha Abdurrahman di Yogyakarta, awal pekan ini, melalui siaran persnya diterima hidayatullah.com, Selasa (15/08/2017).

Selain itu, MUI DIY juga menyerukan umat Islam agar melaksanakan pengajian bakda subuh pada hari peringatan HUT RI ke-72 tersebut.

“Dengan tema mensyukuri kemerdekaan sebagai ‘berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa’,” tambahnya.

Terakhir, MUI DIY menyerukan masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif bersama kegiatan masyarakat dalam rangka peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-72, besok, Kamis.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

   

Ketua GNPF: Syukuri Kemerdekaan Lewat Kepemimpinan Nasional yang Hikmah dan Bijaksana

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 15 August 2017 08:10

Hidayatullah.com– Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menjelaskan, merdeka itu berarti menjadi manusia Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban.

Umat-Islam-membawa-bendera-Merah-Putih-pada-Aksi-Bela-Islam-II-di-Jakarta-Jumat-4-Nov-2016-by-Syakur_DSC_2583-32ouh5oqp6hpygzocvsd1c

“Sebab kemanusiaan saja tanpa adanya rasa keadilan dan keadaban maka dia bukanlah manusia yang sesungguhnya,” ungkapnya dalam konferensi pers terkait acara “Syiar Persatuan Mengisi Kemerdekaan dengan Qur’an” di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/08/2017).

Baca: UBN: Kemerdekaan Indonesia Direbut dengan Semangat Takbir

Saat ini, sambungnya, nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, baik di tingkat kepemimpinan nasional maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah mulai pudar.

“Dimana nilai keadilan, keadaban, yang belakangan ini bukan menjadi barometer rasa kemanusiaan di Indonesia,” sambung Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini.

Menyinggung tema acara syiar itu, UBN mengatakan, potensi positif ukhuwah Islamiyah harus dialokasikan dalam membentuk persatuan Indonesia.

“Persatuan Indonesia bukan hanya sebatas simbolik,” tandasnya.

Baca: HUT RI ke-72, AQL akan Gelar “Syiar Persatuan Mengisi Kemerdekaan dengan Qur’an”

Tentu persatuan itu untuk menjaga kedaulatan dan ideologi bangsa ini.

Terkait kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, UBN mengatakan, hal itu harus disyukuri dengan merealisasikannya dalam bentuk kepemimpinan nasional yang dipimpin oleh pribadi-pribadi berhikmah.

“Berhikmah dalam bentuk berilmu dan beramal shaleh dengan sebuah sistem yang diliput sebuah kebijaksanaan,” pungkas UBN.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom

   

Habib Umar bin Hafidz Bicara Soal Sebab Pandangan Ekstrimis dalam Islam

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 04 April 2017 07:20

Apa yang menyebabkan sekelompok orang memiliki pandangan garis keras (ekstrim) dalam Islam?
Saya percaya penyebabnya karena mereka memaknai agama tanpa wawasan dan mereka memahami keputusan hukum dengan cara yang terputus dari rantai penularan, (sanad) atau dengan kata lain mereka mengambil pengetahuan dari orang/tempat yang tidak layak menyampaikan..

alt
Diriwayatkan dari Ibnu Sirin dicatat dalam Sahih Muslim: ". Pengetahuan ini adalah agama jadi berhati-hatilah dari siapa Anda mengambil agamamu" Dia juga mengatakan: "sanad adalah bagian dari agama dan seandainya bukan karena itu siapa pun bisa mengatakan apa pun yang mereka ingin katakan. "Dengan hilangnya sanad kita menemukan pemahaman yang menyimpang dari Hukum Suci dan hukum-hukumnya. Akan muncul kevakuman yang memungkinkan adanya pintu masuk dari keinginan rendah, sehingga menganggap agama dgn sudut pandang pribadi dan mengklaim telah berada di landasan yang benar. Karena itu ia mungkin melawan agama sambil berpikir dia telah melayani atau menaati perintah Allah Ta'ala.
Segelintir orang ingin membuat pemahaman mereka tentang Al Qur an dan Sunnah, sedangkan itu sebenarnya hanya pemahaman mereka sendiri. Pemahaman yang sempit ini menyebabkan mereka selalu melihat ada sisi negatif pada Muslim lain, menyebabkan perselisihan dan, jika dibawa ke ekstrem, mereka membuat hukum pembunuhan atas nama jihad.
seorang Muslim yang menginginkan untuk mencapai kedekatan dgn Allah tidak harus membuat agamanya diatas dasar permusuhan atau penyebab konflik antara dirinya dan orang lain.

Agama Allah dalam bentuk yang benar didirikan setelah melihat pada penciptaan dengan cara yang luas dan setelah menunjukkan kemurahan dan kasih sayang kepada orang-orang beriman. Siapa pun yang mengikuti jalan yang benar meningkat dalam kerendahan hati kepada Allah dan dalam menunjukkan etiket kepada-Nya karena takut kepada-Nya. Orang seperti itu merasa bahwa hatinya meningkat dalam pencahayaan dan wawasan dan ia menemukan ketenangan dalam mengingat Allah. Tanda tanda kebenaran dalam beriman kemudian menjadi jelas nyata dalam dirinya.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS Al Furqan: 63)
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS Al Furqan: 64)
Seorang mukmin harus menjauhkan diri dari kelompok garis keras manapun dan ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran yang melemahkan dalam dirinya dan penyebab sombong, mengurangi rasa takutnya kepada Allah dan mengurangi ketenangan meski telah berdzikir..
Banyak kelompok mereka mengambil konsep yang benar, tetapi mencampurinya dengan pola pikir mereka sendiri. Yang menyebabkan orang menjadi bingung.
Allah Ta'ala telah menjelaskan kepada kita bahwa ilmu yang meningkatkan rasa takut kita pada Allah adalah ilmu yang bermanfaat.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يَخْشَى الَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗإِنَّ الَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang orang berilmu.(ulama)
Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.
Jadi siapa saja yang mencari ilmu tapi tidak mencari pembimbing yang benar (ulama bersanad) dan belum dibangun di atas fondasi yang benar. dikhawatirkan hanya akan menjauhkan jarak dari Allah..
Allah tidak akan meninggalkan orang beriman yang tulus dalam kesulitan atau kebingungan melainkan ia menjelaskan kepadanya kebenaran. Dia harus menyaksikan bahwa orang lain mungkin memiliki unsur kebenaran.. Kelapangan hati akan mencegah hati seseorang dari mengisi dengan kemarahan dan akan membantu dia untuk hidup berdampingan dalam masyarakat dengan damai.
آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ
Wallahu`alam

   

Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Monday, 03 April 2017 06:21

Hidayatullah.com—Bentrokan terjadi antara kelompok pendukung dan anti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di ibukota Belgia, Brussels.

Sejumlah orang terluka serius dalam baku hantam antara pendukung dan oponen Presiden Recep Tayip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di Brussels hari Kamis (30/3/2017).

Pro dan Anti Presiden Erdogan Bentrok di Depan Kedubes Turki di Belgia

Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengutuk kerusuhan itu, yang dikaitkannya dengan referendum beberapa hari mendatang di Turki yang akan memberikan perluasan kekuasaan drastis kepada Erdogan sebagai presiden.

"Pemerintah Belgia sama sekali tidak memberikan toleransi atas luberan apapun dari referendum di Turki. Saya mengutuk kerusuhan di kedutaannya di Brussels," kata Michel lewat Twitter seperti dilansir Deutsche Welle.

Insiden itu terjadi bersamaan dengan waktu sampai 9 April bagi warga Turki di enam negara Eropa untuk memberikan suaranya dalam referendum, menyatakan YA atau TIDAK terhadap perluasan kekuasaan presidennya. Referendum di dalam negeri Turki sendiri akan digelar pada 16 April mendatang.

Bentrokan hari Kamis itu dikabarkan terjadi antara orang-orang yang menyatakan YA dan kelompok yang mengatakan TIDAK. Kantor berita Turki Dogan melaporkan 4 orang terluka sebelum akhirnya polisi setempat turun tangan memisahkan mereka. Aksi kemudian berubah menjadi perlombaan caci-maki antara kedua kelompok berseberangan itu.

Kantor berita Firat, pro-Kurdi, mengatakan tiga orang Kurdi ditikam oleh pendukung pemerintah Turki saat mereka mengunjungi tempat pemungutan suara.

   

Turki Mulai Pembangunan Masjid di Simbol Sekularisme

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tuesday, 21 February 2017 07:32

Hidayatullah.com—Otoritas Turki hari Jumat telah memulai pembangunan masjid di tengah Taksim Square, proyek yang diperjuangkan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang sempat menuai perdebatan publik dan aksi demo besar-besaran.

Rencana pembangunan masjid di Taksim berlanjut, mengingat di wilayah paling sibuk di kota itu kekurangan rumah ibadah, tulis Reuters.

Taksim Square adalah jantung komersial paling ramai dan pernah menjadi titik fokus demonstrasi tahun 2013. Taksim Square, sebuah tempat yang menjadi jantung kota Istanbul.

Dulunya, tempat ini adalah pusat utama kota baru di sisi Eropa. Penduduk setempat dan wisatawan pergi ke Taksim untuk belanja dan hiburan.

Tapi itu sudah lama wilayah ini kekurangan tempat ibadah bagi kaum Muslim,  rumah bagi beberapa gereja.

“Ini adalah menyenangkan bahwa tidak ada yang harus berdoa di jalan-jalan sekarang,” kata Wali Kota Istanbul Kadir Topbas pada upacara peletakan batu fondasi masjid, menurut kantor Anadolu Agency.

Dia mencatat bahwa masjid dua menara akan berdekatan dengan Gereja Ortodoks Yunani yang bersejarah.

“Wisatawan yang melihat Menara masjid dan gereja akan melihat seberapa baik kita hidup bersama di kota ini,” tambah Kadir Topdas.

Masjid baru ini diharapkan akan selesai dalam dua tahun.

alt

Tahun 2013, Recep Tayyip Erdogan yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri sempat menghentikan proyek ini akibat adanya protes kelompok sekuler.

Pada bulan Juli 2016, Presiden Turki Tayyip Erdogan, berjanji  tak akan menghentikan pembangunan. Proyek  yang dimaksud Erdogan adalah pembangunan barak militer di era Khilafah Utsmaniyah yang akan berdiri di atas tanah yang saat ini menjadi lokasi Taman Gezi Park. Kalangan sekuler Turki –penentang rencana ini– berdalih proyek itu akan menggusur area hijau di pusat kota Istanbul yang berdekatan dengan Taksim Square.

Pembangunan kembali barak monumental di era-Ottoman yang juga satu paket dengan pembangunan masjid di Taksim.

Kala itu, delapan orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat bentrok antara demonstran yang tak terkendali dengan polisi Turki akibat menentang rencana ini. Pasca peristiwa ini, otoritas Turki melarang aksi demonstrasi di Taksim Square termasuk acara-acara yang melibatkan perkumpulan massa bagi warga Istanbul.

PTUN Turki sempat membatalkan proyek monumental tersebut, namun tahun 2015 yang lalu keputusan itu ditinjau kembali setelah pemerintah lokal Istanbul mengajukan banding.

“Atas izin Tuhan, pertama kami akan membangun replika bangunan bersejarah, barak militer di Taksim, terlepas mereka suka atau tidak,” kata Erdogan di depan pendukungnya yang berkumpul di luar rumahnya, di Istanbul, usai salah satu kelompok di militer berupaya mengambil alih kekuasaan pada 15 Juli.

Erdogan mengatakan di depan massa bahwa replika barak akan menjadi museum kota.

epada pendukungnya Erdogan mengatakan barak tersebut akan menjadi museum kota. Dia juga mengatakan akan meruntuhkan Pusat Kebudayaan Ataturk. Sebagai gantinya, akan dibangun gedung opera pertama di Taksim Square dan masjid.

Taksim dan Gezi telah lama menjadi simbol sekuler Republik Turki. Keduanya dikembangkan setelah jatuhnya kekhalifahan Ottoman.

Taksim dan Gezi, merupakan ruang terbuka hijau (RTH) di kota itu, dibangun beberapa tahun usai kejatuhan Khilafah Utsmaniyah (Ottoman), yang sebelumnya  telah menjadi simbol Republik Turki yang sekuler.

Profesor Ahmet Vefik Alp, arsitek asal Turki yang juga perancang masjid mengungkapkan,   akan mengubah lahan parkir di daerah dekat Konsulat Jenderal Prancis di Taksim menjadi sebuah masjid dan pusat budaya Islam.

Desain masjid buatan Alp berpedoman pada budaya Taksim dan telah memperoleh persetujuan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Badan Perlindungan Daerah.

Masjid ini menurut Alp akan diberi nama Taksim Cumhuriyet Camisi (Masjid Republik Taksim) dan menggunakan arsitektur kontemporer.

Tempat ibadah ini akan mampu menampung antara 300 sampai 1500 orang.

   

MUI: Media Islam Harus Mampu Mengklarifikasi Berita yang Tak Berimbang

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Friday, 03 February 2017 06:43

Dikutip dari Hidayatullah.com - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Cholil Nafis mengatakan, media Islam harus membawa kemaslahatan bagi umat.

“Media Islam harus membawa misi Islam, meluruskan yang belum lurus, dan membawa wacana yang bermaslahat kepada umat,” ujarnya kepada hidayatullah.com di sela-sela acara Silaturahim MUI dengan Media Islam di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (02/02/2017).
spa_1203-2 

Kiai Cholil mengungkapkan, saat ini media sudah menjadi alat atau senjata perang di tengah kehidupan bangsa dan negara.

“Dan berita ini kadang-kadang tidak objektif, tapi ada kepentingan politik, ideologi, atau bisnis tertentu,” paparnya.

Karenanya, ia menghimbau, media Islam harus pada posisi memberitakan yang benar juga baik.

“Jadi tidak setiap berita yang benar itu diberitakan. Benar pun tidak boleh diberitakan ketika itu mengandung yang tidak baik,” ungkapnya.

Namun begitu, pada sisi lain, Kiai Cholil berharap, media Islam bisa menjadi senjata bagaimana mengklarifikasi terhadap berita-berita yang tidak berimbang.*

   

Page 1 of 4