SLIDE 1
 
 
1
2
Iklan_herbaVOMITZ
iklan_bjbsyariah
iklan_bnisyariah
iklan_hajimoelseafoodpusat
iklan_infaqcenter
iklan_majalahalbahjah
iklan_muamalat
 

Sejarah Madinah dan Keistimewaannya

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Dikutip REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Madinah, selain Makkah sangat istimewa umat Islam di dunia. Madinah dikenal sebagai tanah Haram (tanah Suci) seperti kota Makkah.

400px-kota_madinah_1Di kedua kota suci ini dilarang melakukan segala hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, Diantara larangan itu, antara lain tidak diperbolehkannya melakukan perburuan pada binatang, menebang pohon, merusak lingkungan jugaperkelahian apalagi sampai terjadi pertumpahan darah.

Selain itu, kedua kota ini adalah tempat yang paling aman di tempati segala makhluk hidup. Sesuai dengan hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a  :

“sesungguhnya iman itu akan kembali ke Madinag sebagaimana ular kembali ke lubangnya”

Serta hadist lain yang diriwayatkan Abu Hurauirah r.a : Rasul bersabda “Pada jalan-jalan masuk menuju Madinah terdapat para malaikat (yang menjaga) sehingga wabah penyakit dan Dajjal tidak bisa melaluinya”. 

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ziad, Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan kota Makkah sebagai tanah Haram dan berdoa (meminta keberkahan) bagi kota Makkah. Dan aku (Rasulullah) menjadikan kota Madinah sebagai tanah Haram sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tanah Haram. Aku mendo’akan barokah atas kota Madinah pada mudnya dan sha’nya seperti doa Ibrahim bagi Makkah”.

Madinah adalah kota yang disebut dengan Madinah Al-Munawarah yang berarti kota yang bersinar. Kata Madinah merupakan kata benda yang menunjukan tempat yang dibangun peradaban di atasnya.  
Madinah adalah nama yang diberikan Rasulullah setelah hijrah dari Makkah karena sebelum menjadi Madinah, kota ini bernama Yastrib dan nama itu diberikan oleh orang-orang Jahiliyah. Dahulu kota ini dibangun oleh seseorang yang bernama Yastrib dia adalah salah satu keturunan dari Nabi Nuh. Yastrib memimpin sebuah kabilah yang bernama A’bil,

Pada waktu yang bersamaan banyak sekali orang dan kelompok yang berdatangan ke kota Madinah Munawarah, diantaranya bangsa A’maliq yang mendirikan perkebunan dan berhasil menjalankan pembangunan di kota Madinah.

Selain itu, Madinah memiliki beberapa nama yang menunjukan bahwa kota ini memiliki derajat yang sangat tinggi, dalam beberapa penelitian yang dilakukan para sejarawan, nama-nama kota Madinah mencapai seratus nama.

Namun, dalam hadist shahih hanya ditemukan enam nama yaitu, Yatsrib, Al-Madinah dikenal setelah hijrahnya Rasulullah. Thobah atau Tahibah nama ini diberikan Rasulullah karena pada masa itu sudah mulai banyak orang yang mengikuti jejak dan ajaran agama Allah, Ad-Dar dan Iman.

Perubahan nama Yastrib menjadi Madinah dilakukan oleh Rasulullah setelah beliau hijrah dari Makkah ke Yastrib, dan saat itulah langkah awal terbentuknya Daulah Islamiyah pertama di muka bumi ini. persitiwa hijrah ini juga memberikan keterangan atas berdirinya Negara Islam yang dipimpin Rasulullah dengan sistem yang beliau bangun dengan syarat-syarat minimal untuk disebut sebagai negara. 

Jarak antara Makkah dan Madinah 425 km. Madinah terletak di tengah-tengah tanah yang subur.

Di sebelah Barat Laut terdapat pemandangan Bukit sila’ dan di Selatan ada Jabal ‘Eir dan Wadi “Aqiq. Jabal Uhud, Jabal Tsur dan Wadi Qanaf menjadi satu kawasan tanah hitam (Waqim Asy-Syarqiyyah) dan Harrah Wabrah Al-Gharbiyah terletak di sebelah Barat kota Madinah.

Beberapa abad sebelum Masehi terdapat beberapa kerajaan yang berada dibawah kekuasaan Madinah yaitu kerajaan Ma’niyin, Saba’iyin, dan Kaldaniyin. Ketiga kerajaan itulah yang memicu perubahan besar dan perkembangan Madinah.

Pada tahun 132 M tiga kabilah yaitu kabilah Bani Quraizah, Bani Nazhir dan Bani Qainuqa datang ke kota Madinah, mereka banyak melakukan aktifitas di perekebunan karena mereka sangat ahli dalam bidang tersebut. Dengan keahlian itu mereka memproduksi dan mengelola hasil perkebunan dengan baik. 

Ketika bendungan Ma’arib di negeri Yaman runtuh, kabilah Aus dan Khadraj mengungsi ke Madinah, pada saat yang bersamaan ornag-ornag yahudi membutuhkan pekerja-pekerja yang memiliki keuletan dan mereka memperkerjakan Kabilah Aus dan Khadraj di perkebunan yang mereka miliki.

Seiring berjalannya waktu kondisi kaum Aus dan Khadraj semakin membaik dan ini menumbuhkan ketakutan kaum Yahudi, karena mereka takut disaingi oleh kaum Aus dan Khadraj kemudian terjadilah pertikaian antara dua kubu. Para tokoh dari masing-masing sepakat untuk mengadakan perjanjian bahwa kedua belah pihak dapat hidup dengan damai dan bersatu membela kota Madinah apabila ada penyerangan dari kota lain.

Namun perjanjian ini tidak berlangsung lama. Orang-orang Yahudi melanggar perjanjian tersebut dan mereka berusaha menjatuhkan kaum Aus dan Khadraj.

Kaum Yahudi melakukan pembunuhan terhadap beberapa kaum Aus dan Khadraj, kejadian ini mendorong kaum Aus dan Khadraj meminta bantuan kepada kaum Ghassasinah yang berada di Syam. Ghasasinah bergegas membantu kaum Aus dan Khadraj  dengan mengirim pasukan untuk melawan kaum Yahudi agar dapat mematahkan kekuaatan Yahudi.

Pada akhirnya, kedua belah pihak kembali melakukan kesepakatan perdamaian tapi itu pun tidak berlangsung lama, Yahudi kembali memfitanh dan menyulutkan api peperangan kepada kaum Aus dan Khadraj.